Dec 25, 2014

Konversasi Tanpa Bunyi

Aku mengumpat di balik ilalang, sepanjang matahari bertegur dan berpamit dari timur hingga barat. Fajar yang menyingsing dan senja yang membuta, memainkan lakonnya masing-masing tanpa iri ingin pertukaran peran. Pantulan warna warni cahaya di awan yang membentuk gradasi berpadu dengan terpaan angin dan bisik-bisik nyanyian alam. Elok, aku terpana. Bukan pada langit, tapi kamu. Selamat malam penyita atensi ku yang sudah terlelap. Tiba-tiba aku ingin dengar segala persepsi mu akan banyak hal. Hanya mendengar dan untuk sesaat berbaur dengan imajinasi mu. Hanya mendengar dan menyimaknya tanpa argumen. Tiba-tiba aku ingin melihat mu. Memandang saja tanpa harus kamu menatap mata ku. Aku hanya ingin lihat raut wajahmu menanggapi berbagai gerak-gerik manusia. Apa nyaman mu tidak terusik dengan diam ku? Apa kamu akan mempertanyakan senyum ku yang tidak mengantar kata-kata? Apa kamu akan memancingku untuk bersuara? Apa kamu akan bosan dan mengajak untuk berpindah tempat? Hari ini aku ingin, besok belum tentu. Hari ini aku bertanya, besok bisa jadi tak acuh. Hari ini aku menunggu, besok mungkin sudah pergi. Hari ini aku yakin, tanpa menunggu besok pun aku meragu.

Nov 29, 2014

Merpati Ingkar Janji

Bagaimana aku membendungnya,
Kearogananmu.
Sabarmu akan amarahku.
Bagaimana aku menerimanya,
Tabiatmu.
Hadirmu akan hilangku.
Bagaimana aku merelakannya,
Pandanganmu.
Benarmu akan keliruku.
Bagaimana aku membiarkannya,
Watakmu.
Kecewamu akan egoku.
Tadahkan saja tanganmu dan genggam semua ini.
Telan saja banggamu dan muntahkan semua ini.
Buka lebar matamu dan lihat baik-baik,
Aku takkan berbalik atau bahkan sekedar menilik.
Aku takkan mencoba taklukkan lembutmu yang takkan tampak.
Ketika merpati tidak tepati janji,
Kata-kata setelah ini,
Basi.

Nov 15, 2014

Di Luar Batasnya

Hari sebelum detik ini, momen yang sedang terjadi, dan perputaran jarum jam yang enggan berhenti,
Di antara, di sela, dan di saatnya,
Kerapuhanku berbanding keangkuhanmu,
Besar hatiku bersanding besar dirimu.

Aku menunggu.
Sungguh, aku menanti.
Menyambut kekosongan,
Membukakan pintu ketidakdatangan.

Sampai kapan kamu pikir aku mampu memopong ini semua?
Jangan kerutkan dahi dan jangan tinggikan suara bertanda tanya.
Jangan lemparkan api dan jangan bakar yang sudah jadi abu.
Jangan bersandiwara dan jangan membatu bak berhala.

Sudahlah, aku lelah.
Usailah, aku pasrah.
Kemana kau mencari,
Di situ aku tak kembali.

Nov 2, 2014

Atau

Perlahan, pandangku menjadi kabur. Dengan waktu, rasa yang menggebu beringsut hambar, denyut yang berpacu kini tak teraba, dan momen yang selalu dinanti kian terlewati.
Apa yang salah arti?
Dimana yang salah persepsi?
Atau aku hanya terlalu mencari hingga tersesat sendiri.
Atau aku hanya terbelenggu dalam ragu.
Atau aku hanya terperangkap dalam ruang tak berpintu.
Atau aku hanya tersudut dalam sangsi.
Atau aku hanya tersungkur dalam jenuh.

Oct 4, 2014

Seperti embun di ujung helai daun.
Sadar akan menetes tapi tetap memeluk.
Tahu akan jatuh namun tetap berpegang.
Mengerti pula dalam terik mentari, dia tak bisa sembunyi.
Harus pergi, pasti kan sirna.

Aug 22, 2014

Bukan Cerita Benar (1)

Satu tahun lebih dua bulan
Aku melemparnya jauh dari permukaan
Jauh, sangat jauh, makin jauh
Kian menjadi, tenggelam bersama pedih

Hingga pada suatu dan setiap malam
Saat mata terpejam
Menatap dalam kelam
Pahit itu masih ku kenyam

Kilasan cerita senyar berbingkai kaca
Penuh gores penuh retak
Pernah membayangi dan masih membayangi
Pernah melukai dan masih melukai

Jul 25, 2014

Bukan Cerita Benar

Saat gulita redupkan benderang
Hening redamkan ingar
Dan dingin rasukkan hangat
Kala itu, ia mendera ku

Dengan keji menggerogoti
Mencabik dan mengoyak
Tiap lekuk dan jeluk
Batin yang teriaki nama itu

Teruntuk si penyemu ulung
Lihatlah si dungu ini
Menggenggam biasan pelangi
Untuk sepasang mata yang terpejam