Perlahan, pandangku menjadi kabur. Dengan waktu, rasa yang menggebu beringsut hambar, denyut yang berpacu kini tak teraba, dan momen yang selalu dinanti kian terlewati.
Apa yang salah arti?
Dimana yang salah persepsi?
Dimana yang salah persepsi?
Atau aku hanya terlalu mencari hingga tersesat sendiri.
Atau aku hanya terbelenggu dalam ragu.
Atau aku hanya terperangkap dalam ruang tak berpintu.
Atau aku hanya tersudut dalam sangsi.
Atau aku hanya tersungkur dalam jenuh.
Atau aku hanya terbelenggu dalam ragu.
Atau aku hanya terperangkap dalam ruang tak berpintu.
Atau aku hanya tersudut dalam sangsi.
Atau aku hanya tersungkur dalam jenuh.